Jembatan ini merupakan penyambung jalur kereta api uap dengan rute Yogyakarta-Magelang. Pada tahun 1975 jembatan ini mengalami kerusakan pada bagian barat hingga ambruk akibat banjir lahar dingin Gunung Merapi. Semenjak saat itu rel ini tidak pernah dioperasikan lagi dan rute kereta Yogyakarta-Magelang dihentikan.

Jembatan ini memiliki pondasi dan pilar dari semen dan batu alam sedangkan struktur kerangka atas dari rangkaian besi baja. Pada bagian ujung jembatan baik yang terhubung dengan Sleman ataupun Magelang tidak lagi nampak. Pada bagian wilayah Sleman, sisa pondasinya telah tertutup bangunan permukiman baru. Bagian pilar yang tersisa masih kokoh namun dipenuhi tumbuhan liar seperti sulur dan pohon perdu. Bagian kerangka atas tampak telah berkarat.